Rabu, 11 Mei 2016

Antalogi Kebaikan



Gambar 1. Ilustrasi tulisan

Sebaik-baik Insan

 “Sebaik-baik seorang hamba adalah yang paling banyak manfaatnya.”

Hidup itu hanya mengenal dua hal. Ada baik dan buruk. Ibarat Yin dan Yang dalam filosofi Tionghoa untuk menggambarkan dua hal yang berlawanan. Atau bagaikan acara reality show hitam putih yang dibawakan oleh Deddy Corbuzier dalam salah satu stasiun televisi. Sedangkan dalam Islam, dikenalkan yang Haq dan Bathil dalam menggambarkan kebaikan dan keburukan. Begitupula dalam hidup kita, ada masa hidup yang bermanfaat atau tidak bermanfaat. Hidup yang penuh manfaat adalah impian setiap orang. Jika bukan manfaat yang dibagikan maka bisa jadi kita telah menyumbang sebuah keburukan. 

Seperti dalam sebuah hadist Rasulullah SAW, Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya (HR. Ath Thabarani). Manfaat adalah bentuk aktualisasi diri seseorang dari banyaknya proses hidup yang telah dilewati. Proses hidup dari kita kecil hingga beranjak dewasa. Sejak kita hanya meminta hingga akhirnya kita dapat memberi kepada oranglain. Selain itu, kebermanfaatan adalah bentuk syukur kita terhadap nikmat Allah selama kita hidup. 

Kebermanfaatan tidak hanya berbentuk harta. Ada banyak manfaat yang berbungkus kebaikan. Bahkan menyingkirkan duri di jalan adalah bentuk kebermanfaatan terkecil yang Allah hadiahkan surga.

Dalam sebagian riwayat dari Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah pula, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada seseorang laki-laki yang melewati ranting berduri berada di tengah jalan. Ia mengatakan, ‘Demi Allah, aku akan menyingkirkan duri ini dari kaum muslimin sehingga mereka tidak akan terganggu dengannya.’ Maka Allah pun memasukkannya ke dalam surga.”

Begitulah yang Allah inginkan terhadap hamba-hamba-Nya yang benar, “Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta, dan jiwanya di jalan Alloh. Mereka itulah orang-orang yang benar.”(QS.Al-Hujurot [49]: 15) Bermanfaat adalah bukti cinta kita kepada Allah. Begitupun wujud syukur kita terhadap kebesaran-Nya yang senantiasa mengalir setiap detik. Mari jadilah sebaik-baik manusia yang benar dan senantiasa bermanfaat dalam kebaikan. Wallahualam (Al_Izzah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar